facebook pixel

Dapatkan Tipsnya Sekarang Juga...
Merencanakan Manfaat Asuransi Yang optimal
Hanya Dengan Premi Minimal

Caranya, cukup isi form di bawah ini :
Nama Depan :
Alamat Email :
Nomer HP :


Inilah Alasan Kalau Berinvestasi di Asuransi harus Jangka Panjang

"Ah saya gak mau investasi jangka panjang, ntar kalau saya butuh uang, uangnya gak bisa diambil lagi."

"Enakkan nabung di bank kali, bisa ditaruh dan diambil kapanpun, kalaupun mau  berinvestasi seperti deposito, reksa dana, kan jangka waktunya tidak terlalu lama."

"Investasi properti, tanah, dan emas saja lebih menguntungkan, kenaikannya besar setiap tahunnya diatas 10%. Passive income lagi. Kalau di jual kapanpun selalu menguntungkan dan uangnya langsung diterima."

"Ngapain asuransi, buang-buang uang, ujung-ujungnya tidak bisa di klaim, dan tukang tipu. Ups !"

Sering mendengar pernyataan-pernyataan tersebut diatas?



Di zaman ini, terlalu banyak informasi yang kita terima sejak bangun di pagi hari dan kembali tidur di malam hari entah lewat internet, media sosial, aplikasi chat, gosip, dan lain-lainnya yang sebenarnya kalau ditelusuri lebih jauh, bisa berdampak besar baik itu bersifat positif ataupun negatif.

Nah berbicara tentang asuransi, kenapa sih kita harus bayarnya jangka panjang ? 10 tahun, 20 tahun, bahkan diatas itu. Gimana kalau kita sudah tidak punya penghasilan lagi, apakah harus tetap bayar?
Kalau asuransi tidak dibayar, nanti polisnya tidak aktif dan ujung-ujungnya tidak bisa diklaim ?
Ribet ah..

Berikut penjelasannya, asuransi adalah produk keuangan jangka panjang untuk mempersiapkan kebutuhan anda di masa depan terutama untuk kebutuhan darurat dan pensiun. Tentu saja kebutuhan keuangan di masa depan akan butuh sejumlah dana yang besar. Selain selalu terjadi kenaikan harga barang setiap tahunnya, anda tidak mungkin bekerja seumur hidup anda, pasti anda juga ingin pensiun. Betul ? Itulah impian kita semua. Tujuan kita bekerja adalah membayar tanggungan biaya hidup sekarang dan sisihkan sebagian untuk aset atau dana masa depan alias ditabung uangnya.

Tetapi yang menjadi pertanyaannya seberapa besar total dana masa depan yang anda butuhkan untuk menghadapi masa darurat dan pensiun ?
Baca juga : Cara menghitung kebutuhan dana pensiun ideal anda



Mari berasumsi, gaji anda saat ini 10 juta rupiah/bulan. Dalam waktu 1 tahun berarti 120 juta. Dan usia anda 30 tahun saat ini. Anda berencana pensiun di usia 50 tahun. Tidak mungkin kan harga barang tetap sama, dan anda juga pasti menuntut kenaikkan gaji. Inflasi kebutuhan pokok 10%/tahun.
setidaknya gaji anda harus naik juga dong 10%/tahun untuk menyesuaikan dengan kebutuhan pokok anda. Tetapi dengan bertambahnya usia tentu saja beban anda bertambah dengan memiliki anak bersekolah, kebutuhan hidup anak, dan lain-lain, sedangkan anak anda tidak bekerja TETAPI kebutuhan harus tetap dipenuhi, otomatis hal ini akan dibebankan kepada orang tua. Betul?

Lalu,jika cara anda hanya menabung di bank bisa ambil kapanpun dan taruh kapanpun kapan duitnya bisa bertambah dari hasil bunga ? Anda akan masih menanggung biaya hidup jika anda bekerja, bagaimana jika sudah tidak bekerja lagi alias pensiun ?

Biaya hidup tetap jalan, tetapi penghasilan tidak ada bagi pekerja dari penghasilan aktif. Bunga yang ditawarkan tabungan Bank tidak cukup melawan inflasi yang terjadi. Jika inflasi 10%/tahun dan bunga deposito hanya 5%/tahun, bukankah nilai uang anda sebenarnya berkurang ?

Bahkan anda bisa dapat bunga 5%/tahun pun jika anda konsisten tidak mengotak-atik uang yang ada didalam deposito alias harus ditahan dalam investasi bank sesuai yang tertera di kontrak dengan pihak Bank, jika anda kurang dari setahun menaruh depositonya, apakah hasil bunganya bisa 5%? Tentu tidak. Bahkan yang lebih buruk jika anda mengambil deposito sebelum kontrak berakhir anda akan kena penalti bank 1% dari total nilai deposito.

Berarti jika anda menginginkan uang anda mengalami peningkatan terus menerus dari hasil bunga investasi, anda harus menaruh uangnya dalam jangka panjang kan? Tidak ada investasi dilakukan jangka pendek untuk impian besar.




Pertanyaannya jika anda membutuhkan berencana pensiun 20 tahun dan anda membutuhkan dana 10 Miliar untuk menghidupi masa pensiun anda, anda harus sisihkan berapa dari sekarang ?
Itu baru dana pensiun, bagaimana dengan dana darurat seperti dana sakit kritis dan dana berobat yang dimana Rumah Sakit dan biaya obat juga selalu mengalami peningkatan harga hingga 30%/tahun.
Data ini bukan mengada-ada, data ini adalah data World Health Organization selama 10 tahun terakhir biaya rumah sakit mengalami kenaikan 360%. WOW FANTASTIS !

Anda sudah cukup pusing memikirkannya ? Asuransi akan membantu anda untuk menyiapkan itu tanpa perlu anda pusing menghitungnya, justru dana yang paling cepat cair adalah dana asuransi ketika kebutuhan darurat itu datang. Sebagai contoh, sekarang ada kartu rumah sakit (Hospital & Surgical Care) dengan sistem cashless yaitu kasih saja kartu asuransi anda ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan tanpa perlu mengantri. Preminya akan diberikan sesuai dengan yang anda beli. Atau anda sudah memiliki BPJS dan kartu Rumah Sakit asuransi dari kantor, anda bisa membeli produk Uang Pertanggungan Sakit Kritis yang bisa membantu anda memberikan uang secara tunai untuk membiayai kebutuhan biaya non-medis anda ketika sakit. alias biaya yang siap membiayai kebutuhan hidup anda ketika anda sudah tidak bekerja lagi karena sakit.


Baca juga : Asuransi Critical Illness bisa memberikan jaminan kebutuhan biaya hidup ketika anda sakit berat

Anda mau menyiapkan warisan untuk anak yang langsung bisa cair secara tunai tanpa ribet pindah nama dan ke notaris, tinggal siapkan saja uang pertanggungan meninggal (asuransi jiwa) anda sebagai orang tua. Dari pihak asuransi, bisa membantu anda untuk membuatkan daftar nama ahli waris yang berasal dari Kartu keluarga anda. Daripada anda membeli aset properti dan tanah, jika anda ingin mewariskan hal tersebut anda harus mengurus ke pengacara, notaris, dan sebagainya. Selain itu juga untuk jadi bentuk uang, aset tersebut harus dijual. Prosesnya ribet dan membutuhkan banyak waktu.

Baca juga : paper asset, jenis aset yang digunakan di negara maju

Resiko Kehidupan itu pasti datang suka atau tidak,bukannya saya mendoakan. Tetapi manusia mana sih yang hidup abadi, 100% manusia bisa dipastikan akan mengalami kematian atau berpindah alam.
Data WHO juga menunjukan 9 dari 10 orang di Indonesia, mengalami sakit berat terlebih dahulu sebelum berpindah alam. Coba anda cek orang sekitar anda, sudah berapa dari mereka yang berpindah alam karena sakit berat yang dialaminya. Satu hal lagi, di Indonesia tingkat kematian karena kecelakaan itu juga sangat tinggi terutama musim mudik keluar kota. Sudah anda mempersiapkan dananya jika terjadi sesuatu pada anda, bagaimana dengan keluarga yang ditinggalkan ? Siapkah mereka menanggung biaya hidup mereka sehari-hari tanpa anda ?


Asuransi memang harus menabung jangka panjang, karena asuransi adalah untuk proteksi jika terjadi resiko kehidupan. Kalau polisnya tidak aktif bagaimana asuransi bisa membantu anda, oleh karena itulah supaya nasabah tidak merasa dirugikan karena bayar terus-menerus dibuatlah Produk unit link yang merupakan gabungan asuransi + investasi. Tetapi jangan mengharapkan nilai investasi dari produk ini ya, investasi yang ada hanya dianggap sebagai bonus dan persiapan dana hari tua anda. Oleh karena itu jangan diambil-ambil ya dana investasinya.
Baca juga : Asuransi bukan produk investasi, tetapi proteksi


Banyak orang yang enggan membeli asuransi karena mereka memiliki pengalaman buruk, ada juga yang merasa ujung-ujungnya tidak terpakai, bahkan ada yang mengatakan prosedur klaimnya sulit.
Padahal dengan membeli asuransi berarti anda telah melindungi diri sendiri. Tidak ada orang yang pernah bangkrut hanya gara-gara membeli asuransi, tetapi sering kali banyak orang bangkrut karena tidak memiliki asuransi.

Sebelum anda membeli asuransi, konsultasikan kebutuhan asuransi anda dengan agen asuransi anda.
Atau konsultasikan kebutuhan anda bersama saya disiniGRATIS !

Atau hubungi

Clara 081520465346 (Whatsapp)
IG : @tips_membeli asuransi
Page FB : @tipsallianz

Akhir kata, semoga anda sehat selalu dan menjadi masyarakat yang cerdas dan bijak.