facebook pixel

Dapatkan Tipsnya Sekarang Juga...
Merencanakan Manfaat Asuransi Yang optimal
Hanya Dengan Premi Minimal

Caranya, cukup isi form di bawah ini :
Nama Depan :
Alamat Email :
Nomer HP :


Asuransi merupakan Jaminan Kehidupan Perencanaan Keuangan Masa Depan, Gak Percaya? Baca kisah ini.

Mungkin sebagian dari anda berpikir asuransi itu hanya salah satu produk keuangan yang sering ditawarkan oleh agen asuransi dan lembaga perbankan. Membayar premi asuransi menambah beban keuangan. Ya, banyak orang berpendapat demikian. Tapi, benarkah demikian ?

Seandainya kita diberi mesin waktu untuk melihat masa depan dan belajar dari pengalaman orang lain yang sudah menjalani masa hidup kita yang jauh lebih panjang dibandingkan kita sendiri, pendapat diatas 100% bisa benar. Sebab kita sangat ingin menghindarkan sesuatu yang buruk dapat menimpa kita, bukan ? Terutama dua hal yang paling bernilai : nyawa dan kesehatan kita.

Tetapi sayangnya, tidak ada seorang manusia pun yang bisa memprediksi musibah atau resiko kehidupan, apalagi menghindarinya. Hal yang lebih mengesalkan adalah ketika musibah datang, sudah pasti akan mengganggu perencanaan keuangan kita jika tidak disiapkan dengan baik, bahkan sebanyak apapun harta, bisa habis sekejap hanya karena sebuah musibah yang terjadi (resiko kehidupan).

Ingat kasus Julia Perez yang minta sumbangan hanya karena terkena Kanker Serviks? Atau kasus Olga Syahputra yang hampir bangkrut dan pengobatannya habis bermiliar-miliar hanya karena terkena Meningtis ? Kisah seperti ini tentu saja tidak dialami oleh 2 artis tanah air saja, tetapi kita pun bisa mengalaminya. Padahal penghasilan mereka sudah lebih dari cukup untuk menyiapkan dana masa depan, tetapi hanya karena perencanaan keuangan yang tidak matanglah yang menyebabkan kebangkrutan tetap terjadi.

Baca juga : Inilah biaya-biaya yang dikeluarkan oleh artis tanah air ketika tertimpa musibah



Itulah alasan kuat bagi kita untuk memiliki asuransi. Pada hakikatnya, kerugian yang diakibatkan oleh musibah tak perlu kita tanggung sendirian. Mungkin kisah dibawah ini bisa membantu anda bahwa betapa pentingnya memiliki asuransi untuk anda dan keluarga tercinta.

KISAH 1
Saat Kita Pergi Keluar Kota dengan Mobil Selalu Kita Cek Terlebih Dahulu Bannya, Olinya, BBMnya, Accunya dan Tak Lupa Ban Cadangannya buat Jaga2 Seandainya Nanti Bocor atau Meletus. 

Pertanyaannya: Kenapa ini Kita Lakukan Khan Kondisi Yang Tak Terduga/Resiko Dijalan Juga Belum Pasti Terjadi.

KISAH 2 
Kita Semua Selalu Sedia Lilin, Emergency Lampu, atau Lampu Tempel dirumah. Sebenarnya Apakah Kita Tahu Kapan Lilin, Lampu Emergency ataupun Lampu Tempel akan Anda Perlukan? Apa Tidak Rugi Membeli Produk Tersebut Tanpa Kita Tahu Kapan akan Kita Gunakan?

KISAH 3
Saat Kita Berkendara Motor Selalu Memakai Helm atau Selalu Membawa Jas Hujan di Jok Motor Kita. Sebenarnya Apa Tujuan selalu Memakai Helm? Bisa jadi Sebagian Orang Takut di Tangkap Polisi namun Kebanyakan dari Mereka karena Alasan Keselamatan. Meskipun Mereka Tidak Tahu Kapan Resiko Dijalan akan terjadi atau Kapan Jas Hujan akan digunakan.

Dari 3 KISAH di atas, bisa disimpulkan banyak dari kita PEDULI akan Pentingnya ANTISIPASI Resiko meskipun Kita Tidak Tahu Kapan Terjadinya dan Dampak Yang Ditimbulkan.

Sama Halnya Dengan Kita Memiliki Polis Asuransi, kita membeli bukan karena kita pasti akan mengalami terjadinya suatu resiko namun Kita Mempersiapkan Manakala Resiko Hidup itu Datang tanpa Kita Undang atau Harapkan dan juga Meminimalkan Dampak Terjadinya Resiko terhadap Perencanaan Keuangan Suatu Keluarga.

Jika Konsep Ini Kita Pahami secara Benar maka Membeli Polis Asuransi bukan Lagi Kita Bicara Untung atau Rugi namun Kita Mempersiapkan Jaminan Kehidupan Perencanaan Keuangan Yang Terbaik Untuk Keluarga Tercinta. Mulailah persiapkan dengan menabung minimal 17.000/hari  untuk mendapatkan jaminan perlindungan aset masa depan minimal 700 juta rupiah, atau 35.000/hari untuk mendapatkan jaminan perlindungan aset masa depan sebesar 4 miliar rupiah.  


Apakah kisah diatas masih kurang menyakinkan ? Berikut kisah dibawah ini merupakan kisah nyata dari seseorang yang sudah memiliki aset sangat banyak di daerah Semarang.

ASURANSI UNTUK MENEBUS WARISAN

"Mas, asset saya banyak, rumah sudah ada tiga. 
Mobil setiap anak sudah saya kasih. Usaha sudah jalan, jadi buat apalagi punya asuransi". 

Beberapa calon klien saya yang kaya bilang begitu, hingga kemarin seorang teman di Semarang mengutarakan problem temannya.

Jadi ini cerita temannya teman.

Sebut saja namanya Fulan. Orangtua Fulan kaya raya, pengusaha suplai besi untuk beton dan pekerjaan sejenisnya. 

Jelas, hartanya banyak termasuk sebuah rumah megah dua lantai di sebuah Perumahan elit di Semarang.
Nilai taksirannya -kata Fulan- sekitar Rp 2.5 miliar. 
Rumah senilai segitu di Semarang, jelas lumayan elit.

Hingga cerita ini dimulai. Alkisah orang tua Fulan meninggal dunia, meninggalkan usaha (yang belakangan Fulan tak bisa mengelola dan meneruskannya, karena tak pernah terlibat di dalamnya), dan rumah mewah itu. 

Karena tak lagi meneruskan usaha, membiayai rumah sebesar itu tentu menjadi beban berat bagi Fulan. Tagihan listrik bengkak luar biasa (hampir diputus) dan Fulan memutuskan untuk menjual rumah, dengan putus asa.

Persoalan timbul saat akan menjual rumah "mahal" itu adalah adanya biaya-biaya yang timbul, proses notaris, pajak jual beli, balik nama sertifikat, dan biaya lain Rumah senilai Rp 2.5 miliar butuh biaya untuk proses jual beli lebih dari Rp 100juta. Uang dari mana, listrik saja menunggak?.

Teringat Fulan, saya teringat penolakan beberapa calon klien saya saat ditawari memiliki asuransi.

Maka dalam Perencanaan Waris (Estate Planning), asuransi adalah instrumen penting. Usaha bisa diwariskan, iya. Tapi tak semua ahli waris bisa mengelola dan meneruskan usaha itu, boro-boro tambah maju, yang ada kebanyakan malah bangkrut. Rumah bisa diwariskan, iya. 
Tapi ternyata untuk proses "pengukuhan legalitas" nya butuh biaya yang besar, yang kadang justru membebani ahli waris. 

Itu mengapa dalam kasus sengketa waris, rumah warisan adalah salah satu obyek yang terbanyak disengketakan.

Maka bila kisah anda mirip orang tua Fulan, memiliki asuransi adalah salah satu cara "membantu" ahli waris anda memuluskan jalan mereka memiliki hak mereka, secara legal. 

Klaim asuransi jiwa adalah tunai, bebas pajak. 
Bisa dipakai untuk menebus warisan, misalnya tergadai atau belum lunas. Atau mungkin dipakai saat proses balik nama atau jual beli.

Jadi sekali lagi Asuransi bukan Tabungan. 
Asuransi adalah bagian dari "Estate Planning", perencanaan waris. Tabungan (atau sebenarnya Investasi) dalam produk asuransi adalah benefit tambahan, bukan yang utama. 
Yang utama adalah proteksi. Bukan proteksi Jiwa atau Nyawa, bukan... Tapi proteksi penghasilan, asset atau harta.

Semoga kita semua tak seperti orang tua Fulan, yang merasa telah mewariskan harta, namun sebenarnya mewariskan "masalah" untuk para ahli warisnya. 
Cukuplah kisah ini menjadi pelajaran.

Baca juga : Anda belum siap meninggal, jika tidak memiliki hal ini

Mari kita cerdas ber-Asuransi.

Ini bukanlah hal yang ingin dibicarakan ketika anda duduk makan bersama dengan keluarga anda. Tetapi hal ini adalah kepastian masa depan yang tidak dapat kita prediksi atau yang biasa orang sebut dengan resiko kehidupan. Berarti dalam hal ini, anda membutuhkan SOLUSI bagaimana untuk tetap membuat anda tetap bisa menjalankan komitmen anda sebagai pemberi nafkah kepada keluarga anda meskipun anda berada dalam kondisi yang tidak memungkinkan anda bisa bekerja lagi karena resiko kehidupan.

Penutup
Perusahaan asuransi bukan dengan sengaja tidak ingin membayarkan klaim. Sebesar apapun klaimnya perusahan asuransi pasti akan membayar jika sudah memenuhi prosedur yang berlaku dan mengikuti kontrak yang tertera pada buku polis anda. Konsultasikan kebutuhan asuransi anda dengan agen asuransi anda dan buku polis sangat perlu untuk dibaca.

Banyak orang yang enggan membeli asuransi karena mereka memiliki pengalaman buruk, ada juga yang merasa ujung-ujungnya tidak terpakai, bahkan ada yang mengatakan prosedur klaimnya sulit.
Padahal dengan membeli asuransi berarti anda telah melindungi diri sendiri. Tidak ada orang yang pernah bangkrut hanya gara-gara membeli asuransi, tetapi sering kali banyak orang bangkrut karena tidak memiliki asuransi.

Sebelum anda membeli asuransi, konsultasikan kebutuhan asuransi anda dengan agen asuransi anda.
Atau konsultasikan kebutuhan anda bersama saya disiniGRATIS !

Atau hubungi

Clara 081520465346 (Whatsapp)
IG : @tips_membeli_asuransi
Page FB : tips membeli asuransi

Akhir kata, semoga anda sehat selalu dan menjadi masyarakat yang cerdas dan bijak.