facebook pixel

Dapatkan Tipsnya Sekarang Juga...
Merencanakan Manfaat Asuransi Yang optimal
Hanya Dengan Premi Minimal

Caranya, cukup isi form di bawah ini :
Nama Depan :
Alamat Email :
Nomer HP :


Masih Berpikir untuk Menunda Membeli Asuransi, Kisah Nyata ini Menyayat Hati Bahwa Asuransi itu Penting

Ketika anda didatangi agen asuransi, baik via telepon maupun tatap muka. Apa yang terlintas dalam benak anda? Tukang todong yang datang setiap hari mengganggu aktivitas harian anda, atau tukang ngemis hanya karena memenuhi target bulanan, atau profesi buangan, atau hal lainnya?

Teman-teman pembaca, saya tidak akan menghakimi anda tetapi saya ingin menceritakan sebuah kisah mengapa agen asuransi begitu gigih dan tangguh mengejar-ngejar calon nasabahnya untuk harus punya asuransi sesegera mungkin ?

Berikut kisahnya yang dikutip dari kompasiana :


KISAH INI adalah kisah nyata tentang seorang anak yatim. Nama ayah kandungnya adalah Pak Anton (bukan nama sebenarnya) dan Ibu Kandungnya bernama Sella (bukan nama sebenarnya).
Mereka memiliki 1 anak yang bernama Angela. Keluarga kecil ini hidup bahagia terlebih lagi Pak Anton adalah seorang suami dan ayah ideal bagi Ibu Sella dan Angela. Memiliki Pekerjaan yang bagus sebagai direktur muda di sebuah perusahaan swasta dengan gaji yang cukup fantastis yang sangat bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga. Bahkan Pak Anton, tidak mengizinkan Bu Sella bekerja lagi agar istri tercintanya bisa fokus pada kehamilannya dan merawat anaknya. 

Tanpa terasa, Angela sudah kelas 2 SD dan diberi pendidikan di sekolah bertaraf Internasional. Disela-sela kesibukannya, Pak Anton juga sering meluangkan waktu untuk berpergian keluar kota bersama istri dan anaknya. Bahkan ketika Pak Anton pergi bekerja, di rumah ada mobil dan supir pribadi yang siap mengantar Bu Sella dan anak tercinta mereka Angela kemanapun berpergian.

Karena rasa sayang yang sangat yang dimiliki Pak Anton pada buah hatinya Angela, Pak Anton sudah menyiapkan Deposito untuk bekal pendidikan sang anak yang bercita-cita menjadi dokter spesialis jantung karena ingin menyelamatkan nyawa banyak orang kelak. Bahkan juga Pak Anton sedang dalam tahap merintis usaha dengan modal pinjaman dari Bank yang cukup besar dimana surat rumah dan surat aset lainnya sebagai jaminannya.



Dalam hal perencanaan keuangan, Pak Anton bisa dikatakan sudah cukup sadar betapa pentingnya perencanaan keuangan masa depan sejak dini. Tetapi sayangnya Pak Anton adalah orang yang sangat konvensional. Lembaga keuangan yang satu-satunya dia percaya hanya Bank. Bukan tidak banyak ajakan rekan-rekannya untuk mulai investasi di Pasar Saham, beli reksadana, beli Produk unit link atau paper asset yang lebih dikenal asuransi jiwa.


Tetapi semua tawaran itu tidak dihiraukan oleh Pak Anton. Baginya menabung di Bank, sebagian Deposito dan sebagian diputar ke usaha yang sedang dirintisnya sudah lebih dari cukup untuk keluarga kecilnya. Sampai suatu ketika sepulang bermain Golf yang merupakan hobinya dengan teman-temannya. Sesampainya di depan rumahnya Pak Anton seperti biasa membereskan peralatan-peralatan Golfnya dari Mobil, namun tiba-tiba terjadi sesuatu yang aneh dia rasakan. Supirnya melihat Pak Anton menaruh tangan kanannya di dada kirinya seperti menahan rasa sakit yang luar biasa dan tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri.

Kemudian Pak Anton segera dibawa ke rumah sakit terdekat oleh keluarganya dan supirnya. Diagnosa awal sang Dokter adalah Serangan Jantung. Dokter spesialis jantung langsung menanganinya dengan sangat intensif. Dirawat 3 hari akhirnya Pak Anton dipanggil Tuhan dan berpindah dunia dengan meninggalkan IBu Sella dan Angela sang buah hati yang paling disayanginya.

Justru masalah mulai timbul ketika sang suami sudah tiada, sepeninggalan suaminya Ibu Sella sangat terpukul dan terpuruk ekonominya. Usaha yang baru saja dirintis dengan modal pinjaman dari Bank terpaksa gulung tikar dan hutang Bank tidak mampu dibayarkan hingga rumah yang mereka tempati dan aset lainnya disita oleh Bank. Tabungan yang disimpan juga lama kelamaan habis dan sang buah hati Angela terpaksa dipindahkan ke sekolah yang sangat sederhana bahkan mereka juga tinggal di rumah yang sangat sederhana serta tanpa kendaraan dan tanpa supir yang biasa selalu siap mengantar mereka kemana saja mereka ingin pergi.



Kehidupan Ibu Sella dan anaknya tentu saja jauh dari harapan-harapan yang pernah terbayang dalam pikiran mereka sebelumnya. Impian anaknya menjadi dokter spesialis jantung pun seolah sirna namun Angela semakin bulat hatinya ingin menjadi dokter spesialis jantung agar bisa menyelamatkan nyawa banyak orang yang mengalami nasib yang sama dengan almarhum ayahnya meskipun impiannya itu seolah sirna karena kondisi keuangan Ibunya yang sudah tidak sama lagi. Sungguh terlalu berat untuk dipikirkan dan dirasakan anak sekecil Angela yang terkenal sangat cerdas di kelasnya itu.

Suatu hari, saat membereskan tumpukan-tumpukan dokumen dalam tas kerja almarhum suaminya Bu Sella menemukan sebuah ilustrasi perhitungan manfaat asuransi jiwa dari salah satu perusahaan Asuransi Jiwa ternama. Di ilustrasi itu tercantum angka Manfaat perlindungan terhadap resiko kehidupan sebesar 4 miliar Rupiah dengan setoran 3 juta/bulan dan sudah dibubuhi tanda tangan Almarhum dan juga ada data agennya yang Bu Sella sangat kenal dekat.

Tanpa berpikir panjang Bu Sella langsung menelpon Agen tersebut untuk menanyakan ilustrasi yang ditanda tangan oleh almarhum suaminya, sesungguhnya ketika almarhumah masih hidup di dunia dan sehat, angka 3 juta/bulan bukanlah angka yang terlalu besar baginya. Si agen asuransi menceritakan itu adalah manfaat ilustrasi setahun yang lalu dan setiap ditanyakan kapan Almarhum bisa mulai, selalu saja di tunda dengan alasan sudah di tanda tangan tetapi lagi banyak pengeluaran karena merintis usaha dan membiayai sekolah Angela yang mahal. 

Justru pada kondisi seperti itulah, calon nasabah harus mengambil program asuransi unit link yang sangat penting buat almarhum supaya jika terjadi resiko kehidupan dapat menutupi semua hutang dan dapat menjamin gaya hidup istri dan anaknya tidak berubah sekalipun suaminya sudah tiada. " Kata Agen Asuransi tersebut ". Bu Sella hanya bisa tertunduk diam sambil menangis memandangi angka yang tertera pada ilustrasi perhitungan manfaat asuransi ditangannya. Angela melihatnya ibunya menangis lalu datang mendekat memeluk ibunya dan bertanya kenapa ibunya menangis. Ibunya menawab kalau dia baru saja menemukan surat cinta sang ayah yang tertunda untuk Angela.

Sejak kejadian tersebut, Bu Sella bertekad untuk membantu keluarga-keluarga yang masih memiliki pencari nafkah dengan menjadi agen asuransi dan membawa misi dalam hatinya bahwa semua orang terutama seorang kepala rumah tangga atau pencari nafkah utama wajib memiliki asuransi unit link , jika mereka sayang kepada istri dan anak-anaknya sambil membawa ilustrasi suaminya yang tidak pernah diproses tersebut ke calon-calon nasabah dan dia akan selalu menceritakan kisah anak yatim seperti Angela, yang kesusahan karena ayahnya menolak asuransi unit link yang ditawarkan oleh Agen asuransi.


Banyak orang yang enggan membeli asuransi karena mereka memiliki pengalaman buruk, ada juga yang merasa ujung-ujungnya tidak terpakai, bahkan ada yang mengatakan prosedur klaimnya sulit.
Padahal dengan membeli asuransi berarti anda telah melindungi diri sendiri. Tidak ada orang yang pernah bangkrut hanya gara-gara membeli asuransi, tetapi sering kali banyak orang bangkrut karena tidak memiliki asuransi.

Sebelum anda membeli asuransi, konsultasikan kebutuhan asuransi anda dengan agen asuransi anda.
Atau konsultasikan kebutuhan anda bersama saya disiniGRATIS !

Atau hubungi

Clara 081520465346 (Whatsapp)
IG : @tips_membeli asuransi
Page FB : @tipsallianz

Akhir kata, semoga anda sehat selalu dan menjadi masyarakat yang cerdas dan bijak.