facebook pixel

Dapatkan Tipsnya Sekarang Juga...
Merencanakan Manfaat Asuransi Yang optimal
Hanya Dengan Premi Minimal

Caranya, cukup isi form di bawah ini :
Nama Depan :
Alamat Email :
Nomer HP :


Allianz juga Bisa Menolak Pengajuan Asuransi Anda Loh !

     Mungkin selama ini anda berpikir bahwa perusahaan asuransilah yang selalu mencari calon nasabah untuk mengambil program asuransi. Bahkan terkadang-kadang agen asuransi terkesan memaksa anda untuk membeli polis asuransi.



     Tetapi tahukah anda bahwa sebenarnya perusahaan asuransi pun cukup ketat dalam memilih seseorang menjadi calon nasabahnya ? Hal ini tentu saja bukan karena balas dendam kepada calon nasabah yang menolak mengambil program asuransi ketika ditawari asuransi. Tetapi memang ada kriteria tertentu yang menjadi acuan perusahaan asuransi untuk menyeleksi calon nasabahnya.
     Proses seleksi ini dilakukan oleh divisi underwriter yang bertugas untuk menghitung, menganalisa dan mengevaluasi pengajuan asuransi calon nasabahnya, menilai resiko para tertanggung secara akurat lalu di klasifikasikan secara layak, dan menyetujui untuk jumlah premi yang memadai atau menolak secara tepat. Berikut alasannya jika perusahaan asuransi menolak pengajuan asuransi anda.


Faktor Fisik (Physical Hazard)
1. Riwayat Medis dan Penyakit Bawaan


    Ketika anda melakukan pengajuan untuk menjadi nasabah asuransi, tentu saja riwayat kesehatan anda yang akan diperiksa terlebih dahulu. Mengingat bahwa produk asuransi adalah perencanaan keuangan masa depan yang ditujukan untuk mengganti kerugian yang ditimbulkan oleh resiko kehidupan termasuk sakit berat beserta riwayatnya. Asuransi diibaratkan seperti payung yang disediakan sebelum hujan atau helm bagi pengendara motor untuk melindungi dari kecelakaan. Produk ini tentu saja dibeli ketika belum dibutuhkan oleh nasabah yang berarti nasabah harus berada dalam kondisi sehat walafiat ketika pengajuan. Ketika sudah dibutuhkan, asuransi sudah tidak dapat dibeli lagi sekalipun anda memiliki uang ber miliar-miliar rupiah.

     Riwayat medis yang dimaksud disini adalah jika anda sebelumnya pernah punya sakit stroke, kanker, jantung, dan penyakit berat lainnya yang sulit disembuhkan dan sudah terekam dalam catatan medis rumah sakit sebelum pengajuan asuransi. Selain itu, penyakit bawaan lahir seperti jantung bocor atau penyakit turunan seperti diabetes dan kanker biasanya menjadi faktor pertimbangan dari pihak underwriting untuk menolak pengajuan asuransi anda.

     Berbeda ceritanya, jika anda mengalami sakit berat ketika sudah memiliki asuransi, karena tujuan dari asuransi adalah transfer resiko nasabah ke perusahaan asuransi jika resiko kehidupan menimpa nasabah yang tertanggung dalam pengajuan polis. Sehingga perusahaan asuransi akan membayar kerugian biaya yang ditimbulkan oleh resiko kehidupan.


2. Resiko Pola Hidup Nasabah dan Pekerjaannya


    Setiap calon nasabah memiliki pola hidup yang berbeda-beda mulai dari kebiasaaan tidak merokok atau merokok, tidak minum alkohol atau suka minum alkohol, pekerjaannya yang tidak beresiko atau penuh resiko, hingga hobi yang digelutinya tidak memiliki resiko atau beresiko. Usia dan jenis kelamin juga menjadi faktor yang sangat menentukan seberapa besar resiko yang bisa menimpa nasabah dimasa depan sehingga pihak underwriting sangat mempertimbangkan pengajuan asuransi nasabah apakah layak diterima atau ditolak pengajuannya. Biasanya faktor resiko pola hidup hanya lebih cenderung untuk menentukan harga suatu premi asuransi , tetapi tidak menutup kemungkinan justru dari pola hidup nasabah inilah bisa terjadi penolakan pengajuan asuransi dari pihak underwriting.

     Pekerjaan yang beresiko seperti bekerja di tambang, kuli bangunan, penyelam, atau teknisi nuklir bisa saja menjadi pertimbangan underwriting untuk menolak pengajuan asuransi anda. Tetapi tidak menutup kemungkinan pihak underwriting juga tetap dapat menerima pengajuan asuransi anda, karena ada banyak faktor yang dipertimbangkan oleh pihak underwriting. Jadi bagi anda yang memilki pekerjaan yang beresiko lebih baik tetap coba saja mengajukan permohonan asuransi anda.


Faktor dari Motif Diri (Moral Hazard)
1. Ketidakjujuran Dalam Mengisi Form Pengajuan Asuransi


    Hal yang sering terjadi adalah ketika nasabah dan agen bekerja sama untuk menyembunyikan riwayat kesehatan nasabah atau pola hidup nasabah yang sebenarnya dengan mengisi yang sebaliknya di form riwayat kesehatan asuransi. Sebagai contoh, nasabah memiliki riwayat keturunan sakit diabetes, di form diisinya tidak ada riwayat diabetes. Atau nasabah adalah seorang perokok, diisinya adalah nasabah bukan seorang perokok. Bahkan mungkin membohongi pekerjaan calon nasabah tertanggung, yang pekerjaannya kuli bangunan ditulis dalam form pengajuan asuransi adalah karyawan administrasi.

     Ini saja sudah merupakan kebohongan besar, memang motivasi diisi seperti itu adalah supaya pengajuan asuransinya lebih mudah diterima. Tetapi jika anda ketahuan berbohong oleh perusahaan asuransi, klaim anda tidak akan dibayarkan loh ! Ya, siapa juga yang senang dibohongi. Bayangkan jika anda membohongi pasangan anda jika anda memiliki uang yang cukup untuk kebutuhan rumah tangga, eh ujung-ujungnya ternyata anda ketahuan ngutang sana-sini untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Atau pasangan anda terlihat setia di depan anda, ternyata ketika anda bekerja di luar kota, anda malah diselingkuhi. Respon anda pasti kecewa.

     Lebih baik jujur diawal untuk pengajuan asuransinya. Kalau pengajuan anda tetap diterima kan, anda juga lega karena sudah jujur. Tetapi kalau ditolak, lebih baik diawal agar premi yang anda bayarkan tetap utuh alias dikembalikan. Daripada anda berbohong, kemudian sudah menyetor premi bertahun-tahun dan tidak bisa diklaim. Kan lebih repot !
   
2. Tindakan kriminal


    Di negara manapun anda tinggal dan berada tentu saja anda harus menaati peraturan yang sudah dibuat oleh penguasa tertinggi di negara tersebut. Jika anda melanggar peraturan kecil seperti lalu lintas mungkin anda akan ditilang dan polisi akan meminta sejumlah uang. Tentu saja pelanggaran seperti ini tidak digolongkan tindakan kriminal. Tetapi bagaimana jika perbuatan anda seperti mengkorupsi uang negara hingga anda masuk pidana atau melakukan percobaan pembunuhan terhadap orang lain ? 

     Perusahaan asuransi tidak ingin berurusan dengan calon nasabah yang memiliki masalah hukum dengan negara, karena perusahaan asuransi pun menaati hukum yang berlaku di negara manapun mereka membuka perusahaannya. Selain itu perusahaan asuransi juga ingin menjaga nama baik mereka sebagai perusahaan yang berkredibilitas dan bisa dipercaya oleh calon nasabahnya, investornya, maupun pemerintah.

3. Mencari Keuntungan Diri Sendiri


    Kebohongan juga tidak terlepas hanya dari pengisian form pengajuan asuransi saja. Jika anda tidak membuat kebohongan dalam pengisian form asuransi, tetapi anda sudah mendapatkan polis. Lalu karena anda butuh uang, anda sengaja menimbulkan resiko-resiko yang tidak seharusnya ada tetapi menjadi ada. 

     Sebagai contoh anda memiliki asuransi kebakaran untuk rumah anda, tetapi di suatu ketika anda sedang terjepit dengan keadaan ekonomi dan membutuhkan uang sangat banyak sehingga satu-satunya cara yang terpikirkan oleh anda adalah membakar rumah anda sendiri agar asuransi kebakaran membayarkan klaim rumah anda yang terbakar, seolah-olah kebakaran itu terjadi secara tidak disengaja. Tindakan seperti ini tentu saja ilegal. Jika anda ketahuan melakukannya dengan sengaja, perusahaan asuransi tidak akan membayar klaimnya loh !


     Nah anda sudah tahukan, mengapa perusahaan asuransi juga bisa menolak pengajuan asuransi anda. Lalu apa saja keputusan underwriting dalam menyeleksi pengajuan asuransi anda ?

1. Diterima
    Selamat ! Jika hasilnya diterima berarti anda tidak memiliki masalah dengan pengajuan anda.
    Semua data yang anda ajukan tidak bermasalah dan dianggap memenuhi syarat oleh pihak
    underwriting. Berarti mulai saat itu, anda telah dilindungi dan dicover pihak asuransi jika
    terjadi resiko kehidupan.

2. Pengecualian
    Pengecualian dari pihak underwriting berarti pengajuan asuransi anda tetap diterima dengan
    kondisi tertentu. Hal ini terjadi biasanya karena faktor resiko pola hidup dan kesehatan nasabah.
    Sebagai contoh, anda memiliki pekerjaan sebagai kuli di pertambangan, pengajuan klaim anda
    akan diterima jika  resiko kehidupan yang terjadi bukan disebabkan oleh pekerjaan anda sebagai
    kuli di pertambangan. Berarti pengecualiannya adalah klaim tidak akan dibayarkan jika resiko
    yang dialami nasabah tertanggung berasal dari pekerjaannya di tambang.
    Contoh lainnya, jika pada saat pengajuan asuransi anda sudah memiliki riwayat sakit maag.
    Kemudian pihak underwriting menerima pengajuan polis anda dengan pengecualian berarti
    perusahaan asuransi akan membayarkan klaim proteksi anda terutama sakit berat jika bukan
    disebabkan oleh maag atau masalah lambung lainnya. Pengecualiannya adalah sakit maag, dan
    penyakit lainnya yang disebabkan oleh maag atau masalah lambung.

3. Ekstra Premi
    Diterima dengan ekstra premi atau membayar premi asuransi yang lebih mahal merupakan standar
    tambahan biaya dari perusahaan asuransi kepada calon nasabah yang lebih rentan terhadap
    terjadinya resiko kehidupan. Hal ini biasanya disebabkan oleh faktor gaya hidup seperti merokok,
    minum alkohol, usia, dan jenis kelamin. Jika calon nasabah memiliki berat badan yang berlebihan
    pun bisa dikenakan ekstra premi karena resiko kesehatan yang mengintai.

4. Ditangguhkan (Postpone)
    Ditangguhkan adalah kondisi tidak diterimanya pengajuan asuransi karena masalah kesehatan. Hal
    ini terjadi ketika nasabah melakukan medical check up sebelum pengajuan asuransi dan hasil
    medical check up-nya bermasalah. Ditangguhkan berarti nasabah masih memiliki kesempatan
    mengajukan asuransi lagi di masa depan , tetapi dengan catatan setelah melakukan medical check
    up ulang dan hasilnya nasabah sudah dinyatakan sembuh kemudian baru bisa mengajukan ulang
    untuk permohonan asuransinya.

5. Ditolak (Reject)
    Ditolak oleh pihak underwriting berarti sudah tidak ada kesempatan lagi mengajukan asuransi
    bahkan di masa depanpun sudah tidak diberikan kesempatan. Mengapa hal ini terjadi ?
    Hal ini biasanya terjadi karena nasabah sudah memiliki riwayat sakit yang sudah memang tidak
    mungkin sudah bisa disembuhkan lagi. Berapapun uang yang anda miliki, perusahaan asuransi
    tidak dapat membantu anda jika sudah ditolak oleh pihak underwriting.
    Baca juga : Jangan Pernah Menunda Beli Asuransi



Jika anda butuh konsultasi gratis tentang asuransi, atau ingin mereview polis dari perusahaan asuransi manapun yang anda miliki. Anda bisa menghubungi saya disini atau minta dibuatkan manfaat proposal allianz bisa disiniGRATIS !

Atau hubungi

Clara 081520465346 (Whatsapp)
IG : @tips_membeli_asuransi
Page FB : @tipsallianz