facebook pixel

Dapatkan Tipsnya Sekarang Juga...
Merencanakan Manfaat Asuransi Yang optimal
Hanya Dengan Premi Minimal

Caranya, cukup isi form di bawah ini :
Nama Depan :
Alamat Email :
Nomer HP :


Benarkah Asuransi BPJS Menggusur Keberadaan Asuransi Swasta di Indonesia ?



Masih banyak masyarakat Indonesia yang belum menyadari pentingnya memiliki asuransi. Hal itulah yang kita sering lihat di lapangan. Hal ini juga senada dengan ungkapan Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Hendrisman Rahim, mengatakan bahwa hasil penelitian nasional literasi keuangan yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2013 menunjukkan baru 17,84% dari setiap 100 penduduk Indonesia yang menggunakan asuransi. Dan yang sudah mengerati manfaat asuransi dengan baik hanya 12 dari 100 penduduk Indonesia yang sudah memiliki asuransi. Masyarakat Indonesia masih berpikir bahwa asuransi adalah momok atau hanya beban yang harus dibayar setiap bulan dan jangka panjang. Bahkan membeli asuransi adalah tentang untung dan rugi seperti bisnis. Kalau tidak di klaim ya rugi dong.

Berbeda dengan negara bagian Asia lainnya, negara-negara ini sudah memiliki tingkat kesadaran asuransi yang sangat tinggi. 
- Jepang : rata-rata setiap orang di negara ini memiliki 6 polis asuransi
- Singapura : rata-rata setiap orang di negara ini memiliki 4 polis asuransi
- Malaysia : rata-rata setiap orang di negara ini memiliki 2 polis asuransi
- Indonesia : Jika dirata-ratakan dengan total seluruh penduduk Indonesia, hanya 2 dari 100 
                     penduduk saja yang memiliki asuransi. Sangat Miris !

Bahkan, tidak jarang ditemui masyarakat Indonesia membeli asuransi hanya untuk mencari nilai investasi didalamnya, bukan nilai proteksinya terhadap resiko kehidupan.
Baca juga : asuransi bukan produk investasi, tetapi proteksi

Sejak diluncurkannya program asuransi kesehatan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), masyarakat mulai menyadari pentingnya memiliki asuransi terutama ketika sakitnya yang membutuhkan biaya yang besar. Banyak yang berpikir bahwa dengan adanya asuransi BPJS bahkan sebenarnya program ini diwajibkan untuk dimiliki semua penduduk Indonesia akan menggusur keberadaan asuransi swasta yang ada di Indonesia. Benarkah demikian ?

Mari kita lihat perbedaan antara BPJS dan Asuransi Swasta.



1. Besaran Premi yang Dibayarkan
    Asuransi BPJS : Asuransi yang diresmikan pada 31 Desember 2013 ini, menawakan harga yang
                               sangat terjangkau dibandingkan asuransi swasta, untuk kelas 3 harganya adalah
                               25.500 rupiah setiap bulannya, kelas 2 sebesar 51.000 rupiah, dan kelas 1 sebesar
                               80.000 rupiah. Bahkan untuk pekerja, sebagian besar iurannya di tanggung oleh
                               perusahaan, sementara untuk veteran dan fakir miskin, iuran BPJS dibayarkan
                               penuh oleh pmerintah.
    Asuransi Swasta : Asuransi swasta menawarkan harga premi yang beragam, menyesuaikan dengan                                      kebutuhan masyarakat itu sendiri. Tetapi untuk paket lengkap, harga standard
                                  paling murah adalah 500.000 rupiah/bulan yang mencakup
                                  asuransi jiwa (kematian)asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan, dan asuransi 
                                  cacat seumur hidup, serta nilai investasi. Tetapi tentu saja untuk mendapatkan
                                  uang perlindungan lebih besar, anda juga harus menyetor premi lebih besar.
                                  Tetapi asuransi ini bisa digunakan di seluruh dunia termasuk di luar negeri.

   Selain itu dari segi premi, BPJS dan asuransi swasta ini memiliki 3 perbedaan :
  • Asuransi swasta menentukan harga premi berdasarkan usia, semakin tua usia seseorang maka preminya akan semakin mahal. Berbeda dengan BPJS yang tidak memandang usia dalam menentukan harga iuran
  • Asuransi Swasta menentukan harga premi berdasarkan riwayat kesehatan calon peserta, jika peserta sudah memiliki sakit sebelum masuk asuransi tentu saja bisa lebih mahal preminya daripada orang sehat, dan selain itu asuransi swasta umumnya menetapkan masa tunggu sakit selama 1 tahun sejak polis dibuka. Sebaliknya hal demikian tidak berlaku di BPJS
  • Perbedaan harga premi untuk peserta laki-laki dan perempuan. Hal ini juga tidak berlaku di BPJS

2. Manfaat dan Fasilitas yang Didapatkan
    Asuransi BPJS memberikan fasilitas rawat inap di rumah sakit,perawatan gigi, optik, dan
    kehamilan. Tentu saja untuk harga semurah itu, sudah termasuk fasilitas yang sangat baik untuk
    standar asuransi kesehatan.

    Asuransi Swasta menawarkan hal serupa tetapi ada tambahan jenis asuransi lainnya
    seperti asuransi jiwaasuransi kecelakaan, dan asuransi cacat seumur hidup. Asuransi jenis ini
    biasanya dikenal dengan nama asuransi unit link. Jika di BPJS anda tidak dapat melakukan double
    claim, yang berarti jika ada tagihan lebih anda harus membayar dengan uang sendiri. Dengan
    adanya tambahan asuransi swasta, anda bisa double klaim sehingga anda tidak perlu membayar
    kekurangan biaya rumah sakit dengan biaya sendiri. Tetapi dengan catatan anda harus memiliki
    BPJS + Asuransi swasta. Tidak bisa hanya salah satunya saja jika ingin melakukan double claim.

3. Pelayanan Rumah Sakit
    Pelayanan pada asuransi kesehatan swasta, selalu diprioritaskan oleh kebanyakan rumah sakit di
    Indonesia untuk segera mendapat penanganan. Berbeda dengan asuransi BPJS, yang
    mengharuskan meminta rujukan rumah sakit dari fasilitas kesehatan 1 seperti klinik, puskesmas,
    atau dokter keluarga  terlebih dahulu untuk mendapatkan pelayanan di rumah sakit dan juga harus
    bersedia mengantri ketika di rumah sakit.

4. Pilihan Rumah Sakit
    Pada asuransi kesehatan swasta, anda bisa memilih untuk berobat ke rumah sakit manapun dan
    asuransi swasta akan menanggung semua biaya sesuai dengan plafon yang dibeli, meskipun rumah
    sakit tersebut tidak memiliki kerja sama dengan asuransi milik anda termasuk di luar negeri.
    Sebaliknya jika anda menggunakan asuransi BPJS, anda cuma bisa berobat di rumah sakit yang
    sudah ditunjuk BPJS, begitu juga dengan rumah sakit rujukannya.

5. Jaminan Sakit Kritis
    Ketika anda terserang sakit parah seperti jantung, kanker, stroke, asuransi swasta bisa
    memberi jaminan lain di luar biaya rumah sakit, namanya adalah Critical Illness (CI).   
    Asuransi kesehatan yang jenis ini cukup banyak peminatnya disamping asuransi jiwa swasta.
    Karena Critical Illness (CI), jika anda sudah divonis memiliki sakit parah seperti jantung, kanker,
    stroke, anda tidak harus di rawat rumah sakit terlebih dahulu untuk mengklaim Critical Illness.
    Sedangkan hal ini yang tidak ada di asuransi BPJS, BPJS hanya akan menanggung biaya yang
    berhubungan dengan pelayanan rumah sakit seperti obat-obatan, kamar dan ambulans.

Kesimpulan
Asuransi BPJS sudah cukup memberikan fasilitas kesehatan yang baik dan memadai bagi masyarakat Indonesia, tetapi alangkah bijaknya jika anda memiliki asuransi swasta juga untuk mengcover kebutuhan proteksi anda. Tidak ada yang pernah tahu besok cuaca akan cerah, hujan, atau badai. Tetapi sudah cukupkah persiapan anda ketika resiko kehidupan itu datang. Konsultasikan kebutuhan anda dengan saya disini. Jangan sampai keluarga anda bangkrut hanya karena uang hasil kerja keras anda dipakai untuk berobat.

Baca juga : 85% keluarga pasien penderita kanker dinyatakan bangkrut