facebook pixel

Dapatkan Tipsnya Sekarang Juga...
Merencanakan Manfaat Asuransi Yang optimal
Hanya Dengan Premi Minimal

Caranya, cukup isi form di bawah ini :
Nama Depan :
Alamat Email :
Nomer HP :


INILAH KESALAHAN YANG SERING DILAKUKAN KETIKA MEMBELI POLIS ASURANSI

     Asuransi merupakan kebutuhan pokok yang sebenarnya harus dimiliki setiap orang mulai sejak dari lahir hingga usia tua. Tetapi belum banyak masyarakat yang paham akan pentingnya memiliki sebuah polis asuransi, ada yang membeli hanya karena saudara atau temannya adalah seorang agen asuransi, dan mungkin sebagian lain membeli hanya asal punya asuransi saja. Harga tentu menjadi penentu keputusan seseorang dalam membeli asuransi, ditambah lagi asuransi harus dibayar dalam waktu jangka panjang hingga bertahun-tahun. Tetapi ketidaktahuan yang sering terjadi di masyarakat dalam membeli asuransi adalah manfaat yang didapat dan prosedur klaim yang benar seperti apa, sehingga terjadi gagal klaim dan menimbulkan trauma dikalangan masyarakat dalam membeli asuransi.

Berikut kesalahan yang perlu dihindari ketika membeli polis asuransi :
1. Asuransi bukan tempat untuk berinvestasi , asuransi adalah proteksi masa depan


    Sering kali yang terjadi di masyarakat ketika membeli asuransi terutama jenis unit link adalah saya 
    harus berapa lama membayar dan investasinya bisa diambil gak? saya untung berapa?
    Teman-teman pembaca, nilai investasi yang ada di asuransi digunakan untuk menanggulangi
    kenaikan harga asuransi yang terjadi setiap tahunnya yang diakibatkan inflasi dan bertambahnya 
    usia. Investasi tidak pernah memiliki angka kenaikan pasti apalagi jika ditaruh di pasar saham, 
    kenaikan investasi mengikuti keadaan ekonomi dunia yang terjadi setiap tahunnya dan di 
    perusahaan apa investasi ini dikelola.
    Tujuan asuransi adalah menjamin nilai tunai perlindungan yang didapat ketika anda sudah tidak 
    mampu lagi bekerja misalkan karena terkena kecelakaan kerja ataupun sakit kritis sehingga anda            tidak mampu bekerja seperti biasa dan anda diberikan jaminan perlindungan keuangan seperti 
    seolah-olah anda masih produktif dan ketika anda meninggal, anda bisa memberikan warisan 
    dengan membeli uang pertanggungan jiwa sehingga keluarga anda tidak jatuh miskin ketika anda 
    telah tiada.
    Baca juga : asuransi bukan produk investasi, tetapi proteksi.

2. Rancu antara Asuransi Jiwa, Asuransi Kesehatan, dan Asuransi Rumah Sakit



    Hal ini yang menyebabkan masyarakat sering gagal klaim dan trauma terhadap asuransi. Mengapa 
    ini terjadi? Penulis akan membantu memperjelas manfaat asuransi-asuransi tersebut.
   -Asuransi Jiwa  atau asuransi dasar merupakan asuransi yang akan dicairkan jika tertanggung 
    sudah meninggal.
   -Asuransi Kesehatan atau asuransi penyakit kritis adalah asuransi yang dimana ketika pasien  
    dinyatakan oleh dokter mengalami sakit berat seperti kanker, stroke, jantung, dsb. Kalau di Allianz 
    dikenal sebagai Critical Illness atau CI, dana ini akan cair dalam bentuk cash baik anda pergi 
    berobat kerumah sakit ataupun tidak berobat ke rumah sakit.
  -Asuransi Rumah Sakit yang menggunakan kartu, ini adalah asuransi yang akan menanggung 
   biaya pengobatan anda, konsultasi dokter, bahkan biaya kamar selama anda di rawat inap di rumah 
   sakit. Sakit yang dimiliki tidak harus sakit komplikasi, sakit seperti demam berdarah dan tipes juga 
   masih ditanggung asuransi jika nasabah berobatnya di rumah sakit. Contoh asuransi rumah sakit 
   adalah BPJS

    yang sering terjadi pada masyarakat adalah ketika membeli asal punya asuransi, contoh : Bapak A 
  membeli asuransi jiwa saja, dan suatu ketika bapak A ingin menggunakan asuransinya untuk 
  berobat  di rumah sakit. Tentu saja hal ini tidak bisa, karena asuransi jiwa hanya bisa diklaim 
  ketika  Bapak A sudah meninggal. Hal inilah yang sering menyebabkan gagal klaim dan trauma 
  terhadap asuransi. Jika anda tidak paham manfaat asuransi yang anda beli tanyakan pada agen anda 
  pada waktu seperti apa jenis asuransi ini bisa digunakan dan bagaimana proses pengajuan klaimnya. 
  Anda juga harus sering membaca polis anda, apa saja isinya sehingga ketika mengajukan klaim 
  anda tidak kaget.

3. Membeli Nominal Asuransi terlalu kecil


    "Hukum konsumerisme adalah pembeli berusaha membeli semurah-murahnya tetapi mendapatkan 
      manfaat sebesar-besarnya."
  
         Tidak ada salah dengan hal diatas, kecenderungan manusia sebagai seorang pembeli pasti 
   menginginkan mendapatkan produk/jasa semurah mungkin tetapi dengan manfaat yang besar. 
   Tetapi ada hal yang perlu diperhatikan juga ketika membeli asuransi, produk asuransi agak sedikit 
  berbeda dengan barang-barang kebutuhan pokok yang sering kita beli sekali pakai langsung buang.  
  Perlu di ingat bahwa asuransi adalah produk yang baru bisa digunakan di masa depan, jadi perlu 
  disesuaikan dengan kebutuhan hidup anda kedepan juga. Cara menghitung asuransi misalkan gaji 
  anda saat ini adalah 12 juta per bulan dan nilai bunga deposito adalah 6% per tahun atau 0,5% 
  perbulan. 
  
  Berarti 12 jt: 0,5% = 2,4 miliar untuk uang pertanggungan asuransi jiwa nya,belum termasuk uang  
  sakit kritis, dsb. 
  
        Terkadang mungkin ada orang yang karena hanya ingin punya saja membeli proteksi 500 ribu 
   setiap bulannya dan uang pertanggungan asuransi jiwanya hanya 300 juta saja. Padahal secara 
   kebutuhan dari 2,4 miliar dibandingkan 300 juta jelas saja kurang untuk keluarga yang 
  ditinggalkan. Atau membeli uang asuransi rumah sakitnya hanya kamar kelas 500 ribu/hari, padahal 
  kalau sakit senang berobat ke Singapura. Hal ini kan tentu saja tidak sesuai kebutuhan anda. 
  Pastikan lagi kebutuhan anda ke depan akan seperti apa dan konsultasi dengan agen yang menjual 
  asuransinya kepada anda.  Apalagi jika usia anda masih sekitar 20 tahunan, jika anda membayar 
  lebih 100 ribu saja uang pertanggungan jiwa bisa bertambah 100 - 200 juta. Kan lumayan. Mau cari 
  dimana lagi dengan menambah 100 ribu perbulan bisa menambah uang masa depan 100 juta.

4. Tidak Paham dengan Istilah Asuransi

       Asuransi memiliki banyak istilah yang terkadang masih tidak dipahami oleh masyarakat, seperti               "tertanggung" dan "pemegang polis". Perbedaan tertanggung adalah nasabah yang dilindungi 
     oleh pihak asuransi, sedangkan pemegang polis adalah yang membayar asuransi tersebut setiap 
     bulan. Tertanggung dan penanggung bisa jadi orang yang berbeda jika orang tua membayarkan 
     proteksi anaknya , kemudian tertanggung dan penanggung bisa menjadi orang yang sama jika 
     pembayar dan yang dilindungi adalah orang yang sama  contohnya pekerja kantoran yang 
     membayar asuransi bagi perlindungan diri sendiri. Sebenarnya masih banyak istilah-istilah lain, 
     tetapi anda bisa konsultasikan dengan agen anda ketika ingin membeli asuransi.

5. Beli Asuransi nanti-nanti saja, karena masih muda dan banyak tanggungan


        Teman-teman pembaca, bagi anda yang baca artikel ini, cuaca besok akan hujan atau panas atau 
    badai tidak ada yang tahu. Ramalan cuaca saja terkadang masih bisa salah,sama seperti kehidupan, 
   dalam hidup ini anda tidak bisa prediksi apa yang akan terjadi 1 jam kedepan, 1 hari kedepan, 
   bahkan 1 tahun ke depan. Mengapa ketika anda naik motor menggunakan helm? Pasti ada 
   tujuannya kan? Anda tidak bisa prediksi akan aman kah anda naik motor atau malah terjadi sesuatu 
   yang tidak anda inginkan (dibaca kecelakaan), tetapi dengan adanya helm setidaknya 
   meminimalisir kecelakaan bukan?

       Tujuan asuransi sama seperti helm yang selalu kita pakai ketika naik motor yaitu meminimalisir 
  kerugian atas keadaan yang tidak kita inginkan dalam hidup. Tetapi asuransi juga memiliki masa 
  tunggu, tidak bisa anda membeli asuransi hari ini kemudian keesokkan harinya anda klaim. Masa 
  tunggu asuransi di setiap perusahaan pasti berbeda. Hal ini juga perlu anda tanyakan ketika 
  membeli polis. Di Allianz masa tunggu asuransi sakit kritis adalah 3 bulan, tetapi beberapa penyakit 
  harus menunggu 12 bulan polis aktif dan dalam kondisi sehat. 

      Oleh karena itu, karena sakit juga tidak ada seorangpun yang menginginkannya tetapi selalu saja 
  dengan tak diundang dan waktu yang tidak tepat, semakin cepat anda membeli asuransi, klaim  
 asuransi semakin mudah loh karena anda sudah melewati masa tunggu tersebut. Jika anda tidak 
 melewati masa tunggu, asuransi tidak mau bayar klaim loh. Bahkan kalau sudah sakit, tidak ada lagi 
 perusahaan asuransi yang mau menerima anda lagi sekalipun anda bayar mahal.


Jika anda butuh konsultasi gratis bisa menghubungi saya disini atau ingin dibuatkan contoh proposal manfaat asuransi bisa disini.